Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sunday, January 19, 2014

Soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru IPA SMP Materi Biologi 2013 Tingkat Provinsi

Berikut ini contoh soal yang digunakan dalam olimpiade sains nasional guru (OSN Guru) untuk jenjang IPA SMP tahun 2013 materi Biologi tingkat provinsi. Final OSN Guru tahun 2013 dilaksanakan di Hotel Jayakarta Bandung, Jawa Barat pada bulan september 2013. 

Jika ujung batang tanaman dipotong, maka akan memicu tumbuhnya tunas lateral. Hal tersebut
disebabkan karena hilangnya dominansi apikal yang diatur oleh hormon ....
A. auksin
B. giberelin
C. sitokinin
D. auksin dan giberelin
E. giberelin dan sitokinin

Kelainan pada kelenjar penghasil hormon dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada sistem
ekskresi. Kelenjar hormon yang dimaksud adalah ....
A. kelenjar adrenal
B. kelenjar tiroid
C. pankreas
D. pankreas dan kelenjar timus
E. pankreas dan kelenjar pituitari

Sistem peredaran darah yang tidak berperan dalam pengedaran oksigen dapat ditemukan pada
hewan....
A. burung
B. cacing tanah
C. ikan
D. jangkik
E. udang

Terimakasih atas kunjungan anda di halaman ini, semoga bermanfaat. Bila anda berkenan untuk mendapatkan update soal ujian nasional dan olimpiade, anda dapat menuliskan email anda pada kolom Get Update Soal dan Artikel Via Email. Soal versi lengkap dapat diunduh pada link berikut.

Soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru IPA SMP Materi Biologi 2013 Tingkat Provinsi download

Tuesday, October 27, 2009

Poikiloterm

Materi Olimpiade Sains :
Hewan Berdarah panas (homokiloterm) dan Berdarah dingin (Poikiloterm)

Setiap hewan mempunyai cara tersendiri untuk mengatur suhu tubuhnya. Pengaturan suhu tubuh ini bertujuan dalam rangka menyeimbangkan proses yang terjadi dalam tubuh atau istilahnya homeostasis.

Ada 2 cara hewan mempertahankan suhu tubuhnya. Pertama, hewan yang memperoleh panas tubuhnya dari proses metabolisme dalam tubuh. Hewan ini sering disebut hewan berdarah panas (homokiloterm) atau warm blood animals. Kelompok hewan ini meliputi : aves (burung) dan mamalia (hewan menyusu). Kedua, hewan yang memperoleh panas tubuhnya dari lingkungannya (menyerap panas/kalor dari lingkungannya). Hewan ini disebut hewan berdarah dingin (poikiloterm) atau cold blood animals. Kelompok hewan ini meliputi : anggota invertebrata, pisces (ikan), amphibia, dan reptilia.

Soal Latihan Olimpiade Sains (science olympiad) :

Dari manakah tubuh kita memperoleh panas untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan pada saat udara sangat dingin?

Bagaimanakah tubuh anda membuang panas yang berlebihan dari tubuh anda pada saat cuaca yang terik?

Sebut dan jelaskan empat proses fisika yang terlibat saat tubuh memperoleh dan kehilangan panas.

Apa perbedaan antara ektoderm dengan endoderm?

Apa sebenarnya yang terjadi ketika tubuh anda demam

Download soal olimpiade sains nasional (National Science Olympiad) :
Teori 1 National Science Olympiad 2008 download

Teori 2 National Science Olympiad 2008 download
Eksperimen National Science Olympiad 2008 download
 
Teori 1 National Science Olympiad 2006 download
Teori 2 National Science Olympiad 2006 download
Eksperimen National Science Olympiad 2006 download

Teori 1 National Science Olympiad 2005 download
Teori 2 National Science Olympiad 2005 download
Eksperimen National Science Olympiad 2005 download

Monday, October 12, 2009

Global Warming

Global Warming (Pemanasan Global)

Sebagian besar sumber energi di bumi berasal dari matahari. Matahari menghasilkan energi cahaya dan energi panas. Energi ini dipancarkan ke bumi dan menjadi sumber energi terbesar di bumi. Cahaya matahari selain untuk menerangi bumi, juga digunakan oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis. Sedangkan panas matahari untuk menghangatkan bumi dan dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia seperti mengeringkan pakaian, ikan, dan diubah menjadi energi listrik.

Panas matahari yang sampai ke permukaan bumi, sebagian akan diserap oleh permukaan bumi dan sebagian lagi akan di pantulkan ke atmosfer. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Panas yang dipantulkan oleh bumi ke atmosfer sebagian akan tembus ke ruang angkasa dan sebagian lagi akan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Pemantulan panas oleh atmosfer karena di atmosfer terdapat gas-gas yang bersifat menyerap panas dan memantulkannya kembali seperti kaca. Gas-gas ini disebut gas rumah kaca yang terdiri atas uap air, karbondioksida (CO2), dan metana.
Proses Pemanasan Global

Gas rumah kaca ini akan menyerap dan memantulkan kembali panas yang dipantulkan permukaan bumi. Akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Karena proses pemanasan permukaan bumi ini seperti pemanasan yang terjadi pada rumah kaca maka sering disebut sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di bumi. Dengan adanya efek rumah kaca maka planet bumi menjadi hangat. Diperkirakan bila tidak ada efek rumah kaca maka suhu bumi bisa mencapai -180 C sehingga permukaan bumi akan tertutup oleh es.

Permasalahan muncul ketika jumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer berlebihan. Hal ini akan menyebabkan permukaan bumi semakin panas yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Data hasil penelitian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0,180 C - 0,740 C selama seratus tahun terakhir. Peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi inilah yang disebut Pemanasan Global (Global Warming). IPCC merupakan suatu lembaga Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yang terdiri dari 1.300 ilmuwan.

Peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi diperkirakan akan semakin meningkat sekitar 1,10 C – 6,40 C dalam periode tahun 1990 – 2100. Peningkatan suhu ini diperkirakan akan tetap berlanjut selama seribu tahun walaupun gas-gas rumah kaca telah dikurangi. Hal ini karena permukaan bumi sebagian besar berupa lautan. Air laut bersifat lama melepaskan panas.

Penyebab Pemanasan Global

Penyebab utama pemanasan global adalah meningkatnya jumlah gasgas rumah kaca di atmosfer yang membuat permukaan bumi semakin panas. Ada 3 buah gas rumah kaca yang diduga menjadi penyebab pemanasan global yaitu gas karbondioksida, uap air, dan metana.

Gas Karbondioksida
Gas karbondioksida (CO2) merupakan penyumbang terbesar gas rumah kaca diatmosfer. Jumlah CO2 di atmosfer setiap tahunnya terus meningkat. Dari masa pra-industri (zaman belum ditemukannya mesin) sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah jumlah CO2 yang seharusnya ada di atmosfer. Secara alamiah, jumlah karbondioksida selama 650 tahun meningkat sebesar 180 – 300 ppm. Namun dalam waktu lima tahun terakhir (1995 – 2005) jumlah CO2 meningkat cepat menjadi 1,9 ppm per tahun. Bila dijumlahkan selama 650 tahun maka jumlahnya menjadi 1.235 ppm. Hampir 5 kali lipat jumlah CO2 yang seharusnya ada di atmosfer. Jumlah CO2 yang semakin banyak akan membuat permukaan bumi semakin panas.

Asap Pabrik Menghasilkan Karbondioksida (CO2)

Tidak mengherankan bila jumlah CO2 meningkat pesat. Semenjak masa industri (ditemukannya mesin) aktivitas manusia dalam menggunakan bahan bakar fosil semakin meningkat. Bahan bakar fosil dapat berupa batu bara dan hasil olahan minyak bumi seperti bensin, solar, aftur, dan minyak tanah. Pembakaran bahan bakar fosil untuk mengerakkan mesin pabrik, mobil, motor, kereta, pesawat, dan untuk memasak akan menghasilkan gas CO2. Gas ini akan naik ke atas dan berkumpul di atmosfer. Gas CO2 bersifat menyerap dan memantulkan panas sehingga dimasukkan sebagai salah satu gas rumah kaca. Gas CO2 yang berada di atmosfer sulit diuraikan menjadi gas lain dan membutuhkan waktu yang lama. Hal inilah yang mengakibatkan peningkatan jumlah gas CO2 di atmosfer semakin cepat.

Ada satu makhluk hidup yang dapat mengubah gas CO2 menjadi gas oksigen dalam waktu yang relatif cepat. Makhluk hidup itu adalah tumbuhan hijau. Tumbuhan hijau yang mempunyai klorofil dapat melakukan fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan di daun oleh tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari. Bahan dasar fotosintesis berupa air dan gas karbondioksida (CO2). Kedua bahan ini kemudia diolah di daun oleh tumbuhan sehingga menjadi zat gula (karbohidrat/amilum) dan gas oksigen (O2). Oksigen digunakan oleh semua makhluk hidup termasuk manusia dan hewan untuk bernafas. Secara alamiah, alam telah membentuk suatu sistem kehidupan yang seimbang. Keberadaan tumbuhan hijau akan dapat mengurangi jumlah CO2 di atmosfer sehingga pemanasan global dapat dikendalikan.

Selain penggunaan bahan bakar fosil, aktivitas manusia yang turut serta menyebabkan peningkatan jumlah CO2 di atmosfer adalah usaha perubahan permukaan tanah. Perubahan tanah yang dilakukan oleh manusia antara lain pembukaan lahan, penebangan hutan, dan pembakaran hutan. Pembakaran hutan akan menghasilkan gas CO2 dan mengurangi jumlah tumbuhan hijau yang dapat mendaur ulang CO2 menjadi oksigen (O2). Punahnya hutan merupakan bencana bagi manusia karena hutan merupakan penghasil oksigen terbesar di bumi. Apabila tidak ada oksigen di bumi, maka semua makhluk hidup tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.

Uap Air
Pemanasan permukaan bumi yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah CO2 di atmosfer akan mengakibatkan air permukaan banyak yang menguap. Uap air merupakan salah satu gas rumah kaca. Uap air akan berkumpul di atmosfer membentuk awan. Awan yang tersusun dari uap air bersifat seperti kaca yang dapat memantulkan panas. Jika awan dilihat dari atas, maka awan akan memantulkan sebagian panas matahari ke ruang angkasa. Pemantulan panas oleh awan bagian atas akan mengurangi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi.

Namun, apabila awan dilihat dari bawah maka awan akan menambah pemanasan permukaan bumi. Mengapa? Panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi ke ruang angkasa akan terhalang oleh awan. Awan akan memantulkan panas kembali ke permukaan bumi sehingga bumi akan semakin panas. Panasnya permukaan bumi yang berlebihan akan menyebabkan es di dekat kutub mencair. Padahal es di dekat kutub mempunyai kemampuan memantulkan panas yang baik. Air merupakan benda yang bersifat lama melepaskan panas. Mencairnya es menjadi air akan menyebabkan semakin panasnya bumi sehingga es yang mencair semakin banyak.

Metana
Pernahkah kalian buang angin? Tentu saja pernah kan? Gas dengan bau tidak sedap yang keluar dari tubuhmu saat buang angin itu adalah gas metana. Gas metana yang keluar dari tubuhmu merupakan gas yang dihasilkan oleh bakteri E. Coli dalam mencerna makanan di dalam usus besar. Selain manusia, hewan juga menghasilkan gas metana sebagai gas sisa proses pencernaan makanan dalam tubuh.

Gas metana yang dihasilkan oleh hewan peternakan tergolong sangat besar jumlahnya. Metana yang dilepaskan ke udara pada proses pencernaan hewan ternak mencapai 86 juta ton setiap tahunnya di seluruh dunia. Metana yang terlepas dari pupuk kotoran hewan mencapai 18 juta ton setiap tahunnya. Gas metana mempunyai efek pemanasan 23 kali lebih kuat dari pada CO2 dalam jangka waktu 100 tahun. Efek pemanasan oleh gas metana akan lebih besar menjadi 72 kali lebih kuat dari pada CO2 dalam jangka waktu 20 tahun.

Dampak Pemanasan Global

Es Di Kutub Mencair
Es merupakan benda padat yang dapat berubah menjadi cair (mencair) jika terkena panas. Daerah di kutub utara dan selatan semuanya tertutup es abadi. Es ini dapat mencair jika mendapatkan panas yang sangat tinggi. Pemanasan global akan membuat daerah kutub utara yang dipenuhi oleh es akan lebih panas dari pada daerah lain di permukaan bumi. Pemanasan ini akan mengakibatkan gunung-gunung es mencair. Es yang menutupi perairan di sekitar kutub akan mencair sehingga akan lebih sedikit es yang mengapung di daerah perairan. Daerah yang biasanya mengalami hujan salju akan bergeser menjadi tidak pernah hujan salju lagi. Pada daeah yang puncak gunungnya tertutup salju akan lebih cepat mencair.
Es Kutub Mencair

Naiknya Permukaan Air Laut
Salah satu satu sifat zat cair adalah mengembang atau bertambah volumenya jika dipanaskan. Peningkatan panas permukaan bumi tentu akan membuat air laut semakin panas sehingga air laut akan mengembang atau bertambah volumenya. Bertambahnya volume air laut akan meninggikan permukaan air laut. Pencairan es di daerah kutub juga turut serta menambah volume air laut. Tinggi permukaan air laut telah bertambah 10 cm – 25 cm selama abad ke-20. Tinggi permukaan air laut diperkirakan akan bertambah lagi 9 cm – 88 cm pada abad ke-21.

Cuaca Tidak Stabil
Peningkatan panas permukaan bumi akan menyebabkan air uang menguap semakin banyak. Uap air merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat menyerap dan memantulkan panas. Uap air akan naik ke atmosfer dan berkumpul membentuk awan. Semakin banyak awan yang terbentuk maka akan semakin sering terjadinya hujan. Curah hujan (jumlah terjadinya hujan) di dunia telah meningkat 1 persen selama seratus tahun terakhir. Angin akan bertiup kencang dan badai pun akan sering terjadi. Cuaca menjadi sulit diperkirakan dan akan lebih ekstrim. Ekstrim artinya berlebihan, jika cuaca panas maka akan terasa panas sekali dan jika cuaca dingin maka akan terasa sangat dingin.

EkosistemTidak Stabil
Semakin panasnya permukaan bumi membuat hewan bermigrasi ke
daerah kutub dan puncak gunung. Migrasi disebabkan karena habitatnya menjadi terlalu hangat/panas sehingga hewan akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Beberapa species hewan akan musnah karena
tidak bisa bermigrasi dengan cepat. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya karena habitat lamanya terlalu hangat/panas. Musnahnya beberapa hewan dan tumbuhan tentu akan membuat ekosistem terganggu atau tidak stabil karena aliran energi dari tumbuhan ke hewan dan ke makhluk hidup lain akan terputus.

Gangguan Kesehatan
Dampak pemanasan gelobal yang berupa cuaca tidak stabil akan membuat para petani gagal panen. Masyarakat akan sulit memperoleh bahan makanan sehingga muncul kelaparan dan kekurangan gizi (malnutrisi). Perubahan cuaca yang berlebihan (ekstrim) dan naiknya permukaan air laut akan menyebabkan bencana banjir, badai, dan kebakaran. Bencana alam ini biasanya disertai dengan munculnya berbagai macam penyakit seperti diare, penyakit kulit, dan demam berdarah. Meningkatnya jumlah gas CO2 yang berasal dari hasil pembakaran pabrik, kendaraan, dan kebakaran hutan menyebabkan polusi udara. Polusi udara ini memunculkan berbagai penyakit
pernafasan berupa asma, alergi, paru-paru kronis dan lainnya.

Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Mengubah Gas CO2 Menjadi Oksigen
Cara termudah untuk mengurangi jumlah gas CO2 adalah dengan menanam tumbuhan hijau sebanyak-banyaknya. Tumbuhan akan mengubah gas CO2 melalui fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Gas CO2 terdiri atas karbon (C) dan oksigen (O2) yang saling berikatan. Fotosintesis akan mengubah karbon menjadi bahan makanan yang akan disimpan pada batang tumbuhan. Sedangkan O2 akan dilepaskan ke udara sehingga dapat digunakan oleh makhluk hidup lain untuk bernafas.

Akhir-akhir ini, hutan yang merupakan kumpulan berbagai tumbuhan hijau mulai berkurang karena ditebang dan dibakar oleh manusia. Banyak sekali hutan yang ditebang dan dan dibakar untuk memperluas lahan pertanian dan pemukiman. Berkurangnya luas hutan di dunia berarti jumlah tumbuhan akan semakin berkurang. Tumbuhan merupakan satu-satunya makhluk hidup yang dapat mengubah gas CO2 menjadi gas oksigen (O2). Apabila jumlah tumbuhan berkurang, maka jumlah gas CO2 di udara semakin banyak dan tidak bisa dikurangi. Oleh karena itu, program reboisasi (penghijauan) harus terus dilakukan demi kehidupan di masa depan.

Mengurangi Jumlah Produksi Gas CO2
Selain melakukan reboisasi, untuk mengurangi jumlah gas CO2 dapat dilakukan dengan mengurangi produksi gas CO2. Produksi gas CO2 kebanyakan berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Penggunaan berbagai energi alternatif seperti biogas, biodiesel, dan bioetanol akan dapat mengurangi produksi gas CO2 yang dihasilkan. Penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar dalam memasak lebih sdikit menghasilkan gas CO2 jika dibandingkan menggunakan minyak tanah atau batu bara. Energi nuklir juga dapat kita jadikan sebagai energi alternatif karena tidak menghasilkan gas CO2. Hemat dalam menggunakan bahan bakar dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah gas CO2. Dengan demikian, pemanasan global dapat dikurangi dan kehidupan di bumi dapat tetap berlangsung.

Artikel Global Warming versi pdf download

Sunday, October 11, 2009

Flu Burung (Avian Influenza)

Waspadai Flu Burung (Avian Influenza)

Tahukah kamu? Ternyata ayam itu bisa terkena flu. Flu yang menyerang ayam (unggas) atau jenis burung lainnya disebut flu burung (avian influenza).

Ayam yang sehat

Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A dan dapat menular ke hewan lain atau manusia. Ada beberapa subtipe dari virus influenza tipe A, yaitu H1N1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lainnya. Subtipe H5N1 inilah yang menyebabkan flu burung. Virus ini dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220C dan lebih dari 30 hari pada 00C. Virus ini akan mati pada pemanasan 600C selama 30 menit.

Ayam yang terkena flu

Virus H5N1
Mungkin kalian bertanya-tanya dalam hati, “virus itu apa? Seperti apa virus H5N1 itu?”. Agar lebih jelas mari kita simak uraian berikut. Virus merupakan benda berukuran kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Virus hanya dapat dilihat dengan alat yang bernama mikroskop. Mikroskop ini berguna untuk memperbesar kenampakan benda. Bendabenda yang berukuran kecil seperti debu, bakteri, jamur kulit, dan virus akan tampak jelas bila dilihat dengan mikroskop. Virus merupakan benda peralihan antara makhluk hidup dan benda tidak hidup. Bila berada di dalam makhluk hidup, virus akan menunjukkan ciri-ciri makhluki hidup seperti bergerak dan dapat berkembang biak dengan cepat serta menghasilkan anakan yang banyak. Namun bila berada di luar makhluk hidup virus tidak menunjukkan ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Atau dengan kata lain bila virus berada pada udara terbuka hanya sebagai benda tidak hidup biasa seperti debu.

Mikroskop dan virus H5N1

Virus terdiri dari bahan genetik yang dapat hidup bila berada di dalam makhluk hidup. Bahan genetik ini berfungsi sebagai penentu sifat tertentu dari virus. Misalnya sifat dari virus H5N1 yang hanya dapat menyerang burung atau unggas. Virus dapat mengalami mutasi. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik virus dan mengakibatkan perubahan sifat virus. Misalnya, virus H5N1 bermutasi menjadi virus baru. Virus baru ini akan memiliki struktur bahan genetik yang berbeda dengan virus H5N1. Virus baru ini pun akan memiliki sifat baru seperti sifat dapat menyerang manusia atau hewan lainnya.

Gejala Flu Burung
Gejala utama flu burung pada unggas adalah kematian unggas secara mendadak tanpa gejala sakit sebelumnya. Pada ayam yang telah mati terlihat tanda-tanda: keluar lendir dari hidung dan mulut, terdapat bercak biru pada jengger dan bercak merah pada kaki.

Gejala Flu Burung

Manusia juga dapat terserang flu burung. Orang yang terkena flu burung biasanya menunjukkan gejala seperti flu pada umumnya berupa demam (suhu diatas 38 0 C), infeksi mata, sakit tenggorokan, batuk, ber-ingus, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Akan tetapi, flu ini dalam waktu singkat dapat menimbulkan peradangan di paru-paru (pneumonia) dan dapat menimbulkan kematian.
Gejala Flu Burung pada Manusia

Proses Penularan Flu Burung
Flu burung pada awalnya hanya menyerang berbagai jenis unggas dan burung lainnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu virus H5N1 yang merupakan penyebab flu burung diduga telah bermutasi menjadi virus baru yang dapat menular ke tubuh hewan lain dan ke tubuh manusia. Manusia dapat tertular flu burung melalui udara yang mengandung virus H5N1 yang berasal dari kotoran burung/unggas yang terkena flu burung. Virus ini bahkan diduga dapat menular antar manusia yang satu ke manusia yang lainnya bila terjadi kontak secara langsung dengan penderita flu burung atau menghirup udara yang mengandung virus H5N1. Namun sejauh ini belum ada bukti bahwa virus H5N1 dapat menular dari manusia ke manusia atau menular melalui makanan.

Proses Penularan Flu Burung (Mutasi Flu Burung)

Ada 2 kemungkinan cara penularan virus H5N1. Pertama, virus H5N1 diduga pada awalnya hanya menyerang burung-burung liar. Burung-burung liar ini kemudian berinteraksi dengan unggas atau burung yang dipelihara oleh manusia. Interaksi tersebut menyebabkan virus H5N1 menular dari burung liar ke unggas atau burung peliharaan dan mengakibatkan kematian mendadak unggas atau burung. Manusia yang berkontak langsung dengan unggas atau burung yang terinfeksi (terkena) flu burung akan tertular H5N1. H5N1 dalam tubuh manusia akan berinteraksi dengan virus influenza dan akhirnya bermutasi menjadi virus flu burung baru yang dapat menular dari manusia ke manusia lain.

Kemungkinan kedua, virus H5N1 awalnya menyerang burung-burung liar, lalu terlebih dahulu menular ke hewan babi. Hewan babi ini juga dapat tertular virus influenza dari manusia. Apabila didalam tubuh babi terdapat virus H5N1 dan virus influenza maka akan terjadi interaksi antar virus. Interaksi ini menyebabkan terjadinya mutasi virus H5N1 dan menghasilkan virus flu burung baru yang dapat menular antar manusia.

Pencegahan Flu Burung
Flu burung harus kita cegah karena bisa menimbulkan kematian secara besar-besaran pada unggas dan manusia serta belum ditemukan obatnya. Salah satu bentuk pencegahan flu burung adalah gerakan KITA BISA yang digalakkan oleh pemerintah.

Kandangkan ayam dan bebek secara terpisah
Ingat selalu cuvi tangan dengan sabun setelah kontak langsung dengan unggas
Tidak boleh membuang uanggas mati ke sungai sebaiknya dikubur atau di pendam
Ayam/bebek yang mati jangan diperjualbelikan

Bersihkan kandang unggas setiap hari
Ikuti anjuran vaksinasi secara teratur
Segera laporkan ayam yang mati mendadak ke pihak berwenang
Ayam dan bebek harus dimasak dengan matang

Gerakan ini harus kita laksanakan secara bersama-sama antara
masyarakat dan pemerintah. Sebagai pelajar hendaknya kita ikut mensukseskan gerakan tersebut dengan berperilaku hidup bersih dan sehat mulai dari diri sendiri. Biasakan cuci tangan sebelum makan, buang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan contoh nyata kepedulian terhadap pencegahan penyebaran flu burung.

Budaya bersih cegah flu burung

Artikel Flu Burung (Avian Influenza) versi pdf download

Thursday, September 10, 2009

SISTEM PENGGOLONGAN DARAH

Golongan Darah Manusia (Sistem Penggolongan ABO)


Masih ingatkah kamu dengan sel? Sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Tubuh manusia tersusun atas ribuan bahkan jutaan sel termasuk darah. Darah manusia tersusun atas plasma darah (cairan darah), sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan. Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen dan karbondioksida dalam tubuh. Sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh yang dapat membunuh berbagai kuman penyakit bila masuk dalam tubuh. Sedangkan keping darah berfungsi untuk pembekuan darah apabila tubuh kita luka. Semua darah manusia berwarna merah. Walaupun ada istilah darah biru bagi seorang raja atau bangsawan, namun darah orang tersebut tetap berwarna merah. Darah biru hanyalah sebagai gelar bagi raja atau bangsawan dan keturunannya, bukan menunjukkan warna darah sesungguhnya.Dalam ilmu kedokteran, darah manusia dikelompokkan menjadi beberapa kelompok atau golongan. Sistem penggolongan darah manusia telah banyak ditemukan yaitu antara lain sistem ABO dan sistem Rhesus. Golongan darah seseorang ditentukan oleh jenis antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merahnya. Apakah antigen itu? Antigen merupakan molekul protein yang akan menggumpal (bereaksi) bila bertemu dengan antibodi pasangannya.
Sistem penggolongan darah ABO ditentukan oleh ada tidaknya antigen-A dan antigen-B dalam permukaan eritrosit seseorang. Antigen-antigen ini akan bereaksi dengan antibodi yang sesuai sehingga dapat terjadi penggumpalan (aglutinasi). Antigen-A akan bereaksi dengan anti-A (atau a)
dan antigen-B akan bereaksi dengan anti-B (atau b). Antibodi yang menyebabkan penggumpalan (aglutinasi) disebut aglutinin sedangkan antigennya yang mengalami penggumpalan biasa disebut aglutinogen.


Darah sesorang dapat membentuk salah satu atau kedua antigen maupun antibodi tersebut. Berdasarkan hal ini, golongan darah seseorang dengan sistem ABO digolongkan atas golongan A, B, AB dan O.Golongan darah A, B, AB dan O mempunyai arti sangat penting dalam transfusi darah kerena adanya interaksi antigen-antibodi dari pemberi darah dengan penerima darah yang dapat menimbulkan penggumpalan (aglutinasi). Penggumpalan terjadi bila antigen-A bertemu dengan anti-A dan antigen-B bertemu dengan anti-B. Transfusi darah merupakan proses penambahan darah dari seseorang kepada orang lain yang kekurangan darah akibat kecelakaan atau operasi. Orang yang memberikan atau menyumbangkan darah disebut donor. Sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Agar tidak terjadi penggumpalan darah maka seorang resipien harus ditransfusi dengan dengan golongan darah yang sama dengan dirinya.

Resipien yang bergolongan darah A haruslah ditransfusi dengan darah donor bergolongan A. Apabila orang bergolongan darah A ditransfusi dengan darah bergolongan B maka aglutinogen A yang terdapat pada darah donor akan bereaksi dengan aglutinin a yang terdapat pada darah donor. Reaksi ini akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah.
Apabila darah seseorang mengalami penggumpalan maka darah tidak akan dapat mengalir dalam pembuluh darah. Dengan berhentinya aliran darah, berarti suplai (masukan) sari-sari makanan dan oksigen untuk sel-sel tubuh akan terhenti. Sel-sel tubuh tidak dapat melakukan aktivitas untuk menghasilkan energi. Selain itu, terhentinya aliran darah akan mengakibatkan zat sisa (sampah) aktivitas sel yang bersifat racun seperti karbondioksida tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat ini akan meracuni sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh akhirnya akan mati. Jika sel-sel tubuh seseorang mati, berarti terhentilah semua aktivitas kehidupan di dalam tubuh dan akhirnya orang tersebut meninggal.

Sudahkah mengetahui golongan darahmu? Kalau belum segeralah pergi ke PMI (Palang Merah Indonesia) atau puskesmas terdekat untuk periksa golongan darahmu. Penting sekali bagi setiap orang untuk mengetahui golongan darahnya. Hal ini karena jika terjadi sesuatu hal pada tubuh kita yang membutuhkan darah maka akan segera dapat dicarikan donornya.
 

Artikel Penggolongan Darah Download

Monday, August 24, 2009

Apakah Sel Itu?


Sel sebagai satu kesatuan struktural dan fungsional makhluk hidup?


Disadari atau tidak, tubuh manusia sebenarnya terdiri dari bagian-bagian yang amat kecil dengan jumlah ribuan bahkan jutaan. Bagian kecil ini disebut sel. Sel merupakan satu kesatuan struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup yang dapat melakukan aktivitas kehidupan.

Semua aktivitas kehidupan manusia dilakukan oleh sel yang saling bekerja sama. Contohnya, manusia dapat bergerak karena adanya kerja otot dan tulang rangka. Otot atau dalam keseharian sering disebut daging merupakan kumpulan dari sel yang saling bergabung dan kerja secara bersama. Begitu juga tulang, terdiri dari ribuan sel yang saling bekerja sama. Jadi, aktivitas kehidupan manusia dilakukan oleh sel. Dapatkah kita melihat sel? Sel mempunyai ukuran yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Untuk melihat sel kita memerlukan alat bantu berupa mikroskop. Mikroskop merupakan alat yang dapat memperbesar penglihatan terhadap benda yang ukurannya sangat kecil menjadi nampak lebih besar sehingga dapat dilihat dengan jelas.

Berbentuk seperti apakah sel itu? Sel berbentuk bangun 3 dimensi yang mempunyai bentuk bermacam-macam, ada yang bulat, kubus, seperti pita dan sebagainya sesuai dengan jenis selnya. Jadi, bayangkanlah sel seperti bangun ruang yang di dalamnya terdapat cairan kental dan ada berbagai benda yang tercelup ke dalam cairan tersebut. Cairan kental tersebut disebut sitoplasma sedangkan benda yang tercelup di dalamnya disebut organel sel. Agar lebih jelas, mari ikuti penjelasan tentang struktur dan fungsi sel di bawah ini.


Seperti halnya sebuah mobil yang terdiri dari mesin, roda, dan bagian lainnya, sel juga terdiri dari bagian-bagian yang saling bekerjasama untuk menjalankan aktivitas kehidupan. Berikut ini akan dijelaskan tentang struktur dan fungsi sel secara lengkap.

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL
Sebuah sel bila dilihat dari bagian luar ke dalam, maka akan terlihat komponen sel berupa dinding sel (khusus sel tumbuhan), membran plasma, sitoplasma, dan organel sel.

Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Dinding Sel

Dinding sel merupakan salah
satu ciri khusus sel tumbuhan yang membedakannya dengan sel hewan. Hanya sel tumbuhan yang mempunyai dinding sel sedangkan sel hewan dan sel manusia tidak memiliki dinding sel. Dinding sel termasuk lapisan paling luar sel yang pada umumnya tersusun oleh selulosa (serat) yang tertanam dalam polisakarida (karbohidrat) dan protein. Bayangkanlah dinding sel seperti susunan beton bertulang dan serat kaca yang sangat kuat. Tidak mengherankan bila tumbuhan jauh lebih keras dari pada hewan karena sel tumbuhan diselubungi oleh dinding sel yang amat kuat. Dinding sel berfungsi untuk melindungi bagian sel tumbuhan sebelah dalamnya, mempertahankan bentuk sel, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan.

Membran Plasma

Membran plasma merupakan lapisan terluar pada sel hewan dan lapisan kedua setelah dinding sel pada sel tumbuhan. Membran ini berperan sebagai pembatas antara lingkungan dalam sel dengan lingkungan luar dan pelindung bagian dalam sel. Membran plasma sangat tipis, tebalnya hanya sekitar 8 nm dan berfungsi untuk mengontrol lalu lintas zat ke dalam dan ke luar sel yang dikelilinginya. Membran plasma bersifat semipermeable, artinya hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu saja yang sesuai ukurannya.

Secara umum, lalu lintas zat yang melewati membran plasma dapat dibedakan menjadi 2 cara, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

Transpor Pasif

Transpor pasif adalah proses keluar masuknya suatu zat ke dalam dan ke luar sel tanpa membutuhkan energi. Sel tidak perlu mengeluarkan energi untuk melakukan transpor pasif. Transpor pasif dapat berjalan dengan 2 cara yaitu difusi dan osmosis.

Difusi adalah perpindahan zat dari tempat yang konsenterasinya tinggi menuju ke tempat yang konsenterasinya rendah. Kosenterasi itu apa ya? Konsenterasi itu dapat diartikan sebagai jumlah zat yang terlarut dalam air. Misalnya ada 2 buah gelas yaitu A dan B. Kedua gelas berisi air dengan jumlah yang sama. Gelas A dimasukkan gula sebanyak 5 sendok sedangkan gelas B dimasukkan gula sebanyak 3 sendok. Keduanya lalu diaduk agar gula menjadi larut dalam air. Larutan gula gelas A akan lebih pekat dari pada larutan gula gelas B. Hal ini berarti larutan gula gelas A mempunyai konsenterasi yang lebih tinggi dibandingkan larutan gula gelas B.

Apabila ada suatu zat di luar sel yang mempunyai konsenterasi lebih tinggi dari pada cairan di dalam sel maka zat itu akan masuk ke dalam sel. Begitu pula sebaliknya, apabila cairan di dalam sel konseterasinya lebih tinggi dari pada cairan di luar sel maka cairan di dalam sel akan berpindah keluar. Zat yang dapat melakukan difusi ke dalam maupun keluar sel mempunyai ukuran yang lebih kecil dari air.

Contoh Difusi

Osmosis adalah perpindahan zat dari tempat yang konsenterasinya rendah menuju ke tempat yang konsenterasinya tinggi melalui membran semipermeable. Membran semipermeable adalah lapisan yang hanya dapat dilewati oleh zat dengan ukuran tertentu saja seperti air. Zat yang lebih besar ukurannya dari air tidak akan dapat melewati membran ini. Dalam osmosis, sebenarnya yang berpindah adalah airnya sedangkan zat yang terlarut akan tertahan oleh membran semipermeable karena ukurannya terlalu besar.

Contoh Osmosis

Zat yang mempunyai konsenterasi rendah berarti zat tersebut mengandung air yang lebih banyak dari pada zat yang mempunyai konsenterasi tinggi. Apabila konsenterasi cairan di luar sel lebih tinggi dari pada konsenterasi cairan di dalam sel maka air di dalam sel akan keluar karena jumlah air di dalam sel lebih banyak dari pada di luar. Hal ini mengakibatkan sel menjadi mengkerut karena kehilangan air.

Transpor Aktif

Ada kalanya zat yang dibutuhkan sel mempunyai ukuran yang lebih besar dari air sehingga tidak bisa masuk ke dalam sel. Untuk memasukkannya perlu bantuan energi. Perpindahan zat ke dalam atau ke luar sel yang membutuhkan energi disebut transpor aktif. Jadi, untuk melakukan transpor aktif sel harus mengeluarkan energi. Transpor aktif dapat berlangsung dari konsenterasi zat yang rendah menuju ke zat yang konsenterasinya tinggi atau pun sebaliknya. Zat yang bisanya mengalami transpor aktif adalah ion Na+ dan ion K+.

Sitoplasma


Sitoplasma merupakan cairan sel yang berbentuk gel (kental) yang selalu bergerak dan mengalir. Komponen terbesar sitoplasma adalah air (80% – 90 %). Air merupakan pelarut universal artinya air dapat melarutkan sebagian besar zat-zat kimia yang dibutuhkan oleh sel. Selain air, sitoplasma juga terdiri dari zat-zat terlarut seperti protein, karbohidrat, dan garam-garam mineral.

Organel Sel


Di dalam sitoplasma, tercelup benda-benda yang melakukan aktivitas kehidupan yang disebut organel sel. Organel sel ini terdiri dari inti sel (nukleus), ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, lisosom, peroksisom, mikrotubula, dan mikrofilamen. Setiap sel mempunyai organel yang berbeda-beda tergantung jenis dan fungsinya. Misalnya sel tumbuhan mempunyai organel kloroplas yang berfungsi untuk fotosintesis.

Organel sel yang paling besar adalah nukleus. Nukleus berfungsi sebagai pusat pengatur seluruh aktivitas atau kegiatan sel. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang di dalamnya terdapat DNA (Deoksiribosa Nukleat Acid). Di dalam DNA terdapat gen. Gen inilah yang mengatur segala aktivitas sel dan memberi sifat pada sel. Gen akan memberikan perintah dalam bentuk kode tertentu yang kemudian akan ditransfer kepada bagian-bagian sel yang lainnya untuk melakukan perintah tersebut.

Jadi, aktivitas yang dilakukan oleh organel sel diatur dan dikendalikan oleh gen. Secara umum fungsi organela sel dapat dijelaskan sebagai berikut :


Tahukah Kamu?
Mengapa tumbuhan yang disiram dengan minyak tanah akan mati?

Minyak tanah mempunyai konsenterasi yang lebih tinggi dibandingkan cairan di dalam sel. Apabila tumbuhan disiram dengan minyak tanah maka air di dalam sel akan berpindah (osmosis) keluar sel sehingga sel tumbuhan kehilangan air. Sel yang kehilangan air akan mengkerut dan membran plasmanya akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa terlepasnya membran plasma dari dinding sel disebut krenasi. Sel tumbuhan yang mengalami krenasi tidak bisa melakukan aktivitas kehidupan sehingga akan mati. Oleh karena itu, tumbuhan yang disiram dengan minyak tanah lama-kelamaan akan layu dan akhirnya mati.

Tahukah Kamu?
Mengapa Ikan Laut tidak bisa hidup di air tawar?

Air laut mengandung banyak garam sehingga konsenterasi larutan garamnya lebih tinggi bila dibandingkan konsenterasi cairan di dalam sel ikan. Hal ini menyebabkan air di dalam sel akan berpindah keluar sel sehingga sel ikan akan kehilangan air. Untuk mengganti air yang hilang ikan laut beradaptasi dengan cara banyak minum air sehingga jumlah air di dalam sel tetap stabil.

Air tawar mempunyai konsenterasi garam yang lebih rendah
dibandingkan air laut. Dengan kata lain, konsenterasi air tawar lebih rendah dibandingkan cairan di dalam sel. Apabila ikan laut dipindahkan ke air tawar maka air dari luar sel akan banyak yang masuk ke dalam sel. Sedangkan ikan laut sudah beradaptasi dengan banyak minum.

Hal ini akan mengakibatkan sel penuh dengan air. Karena sel hewan tidak
punya dinding sel, maka sel akan pecah. Peristiwa pecahnya sel disebut plasmolisis. Sel yang mengalami plasmolisis tidak bisa menjalankan aktivitas kehidupan. Dengan demikian, ikan laut yang dipindah ke air tawar akan mati.

ORGANISASI KEHIDUPAN

Berdasarkan lengkap tidaknya struktur sel (bagian-bagian sel), ada 2 jenis sel yang menyusun makhluk hidup yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik artinya sel yang tidak memiliki membran nukleus (selubung nukleus). Nukleus pada sel ini tidak terlihat jelas karena tidak ada membran yang memisahkannya dengan sitoplasma. Nukleus hanya dapat dilihat dengan cara menandai cairan yang lebih kental dari cairan sitoplasma. Cairan kental inilah yang merupakan nukleus (inti sel). Selain itu, organel sel yang lain juga tidak tampak jelas karena tidak memiliki membran atau selaput dan bercampur dengan sitoplasma. Contoh sel prokariotik adalah bakteri.

Sel bakteri
Sel eukariotik artinya sel yang sudah mempunyai nukleus yang sebenarnya, yaitu nukleus yang terbungkus oleh membran atau selaput. Walaupun nukleus tercelup dalam sitoplasma, nukleus dapat terlihat jelas karena ada membran yang memisahkannya dengan sitoplasma. Seperti halnya nukleus, organel sel yang lainnya juga terlihat jelas karena sudah memiliki membran. Contoh sel eukariotik adalah sel manusia, hewan, dan tumbuhan.

Makhluk hidup di dunia ini ada yang hanya terdiri dari satu sel dan ada yang terdiri dari banyak sel. Makhluk hidup yang terdiri dari satu sel disebut makhluk hidup uniseluler seperti bakteri. Sedangkan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler seperti manusia, tumbuhan, dan hewan.

Makhluk hidup multiseluler terdiri dari sel-sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Sel-sel ini bekerja secara bersama membentuk sebuah sistem atau organisasi kehidupan. Sel-sel yang sama akan berkumpul dan berkerja sama membentuk suatu jaringan. Kumpulan jaringan yang saling bekerja sama membentuk suatu fungsi tertentu disebut organ. Organ yang satu akan bergabung dengan organ yang lain membentuk sistem organ. Kumpulan sistem organ akan bergabung bekerja sama membentuk suatu organisme (makhluk hidup). Sebagai contoh, mari kita perhatikan tubuh manusia.

Manusia merupakan suatu organisme. Tubuh manusia terdiri dari berbagai sistem organ seperti sistem pencernaan makanan, sistem pernafasan, sistem gerak, sistem peredaran darah dan sebagainya. Setiap sistem organ tersebut sebenarnya terdiri dari berbagai organ yang saling bekerja sama.

Misalnya sistem pencernaan makanan manusia terdiri dari berbagai organ yang berupa mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, usus halus, usus besar dan anus. Organ ini sebenarnya tersusun dari berbagai jaringan yang saling bekerja sama. Contohnya lambung terdiri dari jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan saraf. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang saling bekerja sama, jaringan epitel tersusun atas sel-sel epitel yang saling bekerja sama, dan jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf yang saling bekerja sama. Jadi jelaslah bahwa tubuh manusia sebenarnya tersusun dari berbagai jenis sel yang saling bekerja sama membentuk sistem kehidupan.


Artikel Apakah Sel Itu?  download

Grab this Widget ~ Blogger Accessories